Bola

Skotlandia mengalahkan Belarus dan mendekati posisi play-off Piala Dunia

Skotlandia mencatat kemenangan menegangkan 2–1 atas Belarus di Hampden Park pada Minggu malam untuk selangkah lebih dekat mengamankan tempat di babak play-off Piala Dunia 2026.

Meskipun penampilannya kurang meyakinkan, gol dari Che Adams dan Scott McTominay sudah cukup untuk mengalahkan tim tamu, yang meraih gol hiburan di menit-menit akhir melalui Gleb Kuchko pada masa tambahan waktu.

Adams membuka skor setelah 15 menit, melesakkan bola dari jarak 18 yard setelah umpan apik dari Jack Hendry. Gol awal penyerang Southampton itu memberi kendali bagi tim asuhan Steve Clarke, tetapi Belarus membuat tuan rumah frustrasi dengan pertahanan yang terorganisir dan serangan balik yang cepat.

Skotlandia mengira mereka telah menggandakan keunggulan ketika Adams kembali membobol gawang, namun VAR sempat menganulirnya sebelum mengesahkan gol tersebut setelah ditinjau ulang.

Babak kedua diwarnai lebih banyak ketegangan daripada kendali dari pihak Skotlandia, karena pasukan Clarke kesulitan untuk menguasai lini tengah.

Butuh waktu hingga menit ke-84 bagi umpan silang Andy Robertson untuk sampai ke McTominay, yang mencetak gol kedua Skotlandia untuk menenangkan penonton tuan rumah.

Namun, rasa puas diri mulai muncul di akhir pertandingan saat Kuchko berputar melewati Robertson untuk mencetak gol bagi Belarus pada menit ke-96, memastikan akhir yang menegangkan bagi 49.000 penggemar yang hadir.

Meskipun penampilannya di bawah standar, hasil ini berarti Skotlandia kini telah memenangkan kualifikasi kandang berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Juni 2023.

Mereka tetap tak terkalahkan di Hampden dalam kualifikasi Piala Dunia sejak 2013, catatan yang bertahan hingga 13 pertandingan, dan kini dijamin setidaknya satu tempat play-off jika Denmark mengalahkan Yunani di Kopenhagen.

Pelatih kepala Steve Clarke mengakui rasa frustrasinya setelah pertandingan, menyebut penampilan timnya “sangat mengecewakan.” Ia berkata: “Penampilan tidak menjamin kualifikasi, tetapi hasil yang menentukan. Namun malam ini, kami tidak mencapai level yang seharusnya. Kedua sisi lapangan bermain buruk — kami tidak mengendalikan permainan dan penguasaan bola kami kurang baik.”

Clarke menambahkan bahwa meskipun mengalami kesulitan, ketangguhan timnya terus menjadi ciri khas mereka: “Kami pernah mengalami momen-momen hebat dan buruk, tetapi kami selalu bangkit kembali.”

Related Post
Bagikan
Diterbitkan oleh
Id._.DaFaNeWs

Tulisan Terbaru

Juara Piala Dunia membela bintang Argentina

Gelandang Spanyol, Gavi, membela Leandro Paredes dari Argentina, dan menegaskan bahwa gelandang tersebut seharusnya tidak… Baca Selengkapnya

July 23, 2026

Phil Foden menandatangani perpanjangan kontrak dengan Manchester City

Gelandang Manchester City, Phil Foden, telah menandatangani kontrak baru berdurasi empat tahun yang akan membuatnya… Baca Selengkapnya

July 23, 2026

Liverpool bersaing dengan PSG untuk mendapatkan Akliouche

Liverpool telah menyatakan minat pada Maghnes Akliouche setelah melakukan pendekatan ke Monaco terkait potensi perekrutan… Baca Selengkapnya

July 23, 2026

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) mengkonfirmasi daftar petugas untuk pertandingan Community Shield Arsenal vs Manchester City

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) telah mengkonfirmasi para ofisial pertandingan untuk FA Community Shield 2026,… Baca Selengkapnya

July 22, 2026

Tawaran besar dari Al-Hilal memaksa Roma membatalkan kesepakatan Summerville

AS Roma terpaksa membatalkan kesepakatan untuk mendatangkan pemain sayap West Ham, Crysencio Summerville, setelah Al-Hilal… Baca Selengkapnya

July 22, 2026

Bayern Munich menghadapi dilema transfer João Palhinha saat klub mencari solusi permanen

Juara Bundesliga Bayern Munich berupaya untuk mempermanenkan transfer João Palhinha setelah ia kembali dari masa… Baca Selengkapnya

July 22, 2026