Bola

Real Madrid dan UEFA mengakhiri saga Liga Super

Real Madrid dan UEFA secara resmi mengakhiri perselisihan hukum mereka yang berkepanjangan terkait usulan Liga Super Eropa, sehingga proyek kontroversial tersebut resmi ditutup.

Madrid adalah klub terakhir yang masih terikat pada kompetisi tandingan tersebut setelah Barcelona menarik dukungan mereka pekan lalu, yang secara efektif menandai berakhirnya inisiatif yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2021.

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh UEFA, Asosiasi Klub Sepak Bola Eropa (EFC), dan Real Madrid, para pihak menegaskan bahwa mereka telah mencapai “kesepakatan prinsip” yang bertujuan untuk melindungi masa depan sepak bola Eropa.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa kesepakatan itu dirancang untuk melayani “kesejahteraan sepak bola klub Eropa,” menekankan prestasi olahraga, keberlanjutan keuangan jangka panjang, dan peningkatan pengalaman penggemar melalui teknologi.

Ditambahkan pula bahwa perselisihan hukum yang sedang berlangsung terkait dengan Super League akan diselesaikan setelah prinsip-prinsip yang disepakati diterapkan.

Proyek Super League awalnya melibatkan 12 klub besar Eropa, termasuk enam dari Premier League: Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.

Namun, reaksi keras dari para pendukung di Inggris mendorong keenamnya untuk mengundurkan diri dalam waktu 72 jam setelah pengumuman tersebut.

Kompetisi itu dengan cepat runtuh, meskipun Real Madrid, Barcelona, ​​dan Juventus terus mempertahankan konsep tersebut di tahun-tahun berikutnya.

Pengunduran diri resmi Barcelona pekan lalu membuat Madrid terisolasi. Presiden klub Joan Laporta mengatakan bahwa tim Catalan berkomitmen untuk “membangun jembatan” dengan UEFA dan memperkuat hubungan dengan badan-badan pengatur sepak bola Eropa.

Dalam pernyataan yang mengkonfirmasi kepergian mereka, Barcelona mengatakan bahwa mereka telah memberi tahu Perusahaan Liga Super Eropa dan klub-klub lain yang terlibat tentang keputusan mereka untuk meninggalkan proyek tersebut.

Florentino Perez sebelumnya bersikeras bahwa Super League tetap merupakan proyek penting dan menunjuk pada putusan pengadilan Eropa yang menguntungkan yang mengakui hak klub untuk membuat kompetisi mereka sendiri.

Ia juga mengisyaratkan bahwa Real Madrid dapat menuntut ganti rugi yang signifikan dari UEFA. Namun, kesepakatan yang baru diumumkan ini mewakili perubahan besar dalam nada, yang secara efektif mengakhiri kebuntuan antara raksasa Spanyol dan badan pengatur sepak bola Eropa.

Dengan berakhirnya saga hukum ini, Real Madrid dapat kembali memusatkan perhatian sepenuhnya pada hal-hal di lapangan.

Related Post
Bagikan
Diterbitkan oleh
Id._.DaFaNeWs

Tulisan Terbaru

Argentina dan Brasil akan bertanding dalam pertandingan pemanasan Piala Dunia

Juara bertahan dunia Argentina melanjutkan persiapan mereka untuk Piala Dunia FIFA 2026 dengan kemenangan nyaman… Baca Selengkapnya

June 8, 2026

Deschamps memberikan kabar terbaru tentang kondisi kebugaran Saliba

Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, telah memberikan jaminan mengenai kebugaran bek tengah Williams Saliba menjelang… Baca Selengkapnya

June 8, 2026

Havertz yakin akan tampil bagus menjelang laga pembuka Piala Dunia

Jerman mengakhiri persiapan Piala Dunia 2026 mereka dengan catatan positif, mengamankan kemenangan 2-1 melawan Amerika… Baca Selengkapnya

June 8, 2026

Atletico Madrid mengincar gelandang Manchester City

Atletico Madrid dilaporkan sedang mempersiapkan langkah transfer musim panas untuk gelandang Manchester City, Tijjani Reijnders,… Baca Selengkapnya

June 5, 2026

Bintang Manchester City Terjebak dalam Permainan Politik Real Madrid

Calon presiden Real Madrid, Enrique Riquelme, menegaskan kembali rencana ambisiusnya untuk mendatangkan bintang Manchester City,… Baca Selengkapnya

June 5, 2026

De Bruyne siap bangkit di bawah asuhan Garcia yang menyerang di Belgia

Kevin De Bruyne secara terbuka mengkritik gaya manajemen Antonio Conte saat ia kembali bergabung dengan… Baca Selengkapnya

June 5, 2026