Bola

Conte masih memimpikan Scudetto setelah hasil imbang melawan Parma

Meskipun berhasil menyelamatkan satu poin melawan Parma di Stadio Ennio Tardini, manajer Napoli Antonio Conte masih yakin timnya dapat mempertahankan Scudetto.

Meskipun mengakui bahwa Napoli menyesal setelah hasil imbang 1-1 di Parma, mantan pelatih Chelsea itu menegaskan bahwa ada ‘garis tipis’ antara kesuksesan dan kegagalan.

Napoli melewatkan kesempatan berharga untuk semakin mendekati pemimpin klasemen Inter Milan, yang akan menghadapi perjalanan sulit ke Como pada Minggu malam, tetapi gagal memanfaatkannya.

Parma kembali membuktikan diri dengan gol cepat yang menjadi masalah besar bagi juara bertahan Scudetto, menjadikan ini hasil imbang ketiga berturut-turut di Serie A antara kedua tim.

Gabriel Strefezza hanya membutuhkan 33 detik untuk memberikan keunggulan kepada tim tuan rumah.

Dalam upaya untuk kembali ke permainan, Napoli terus menyerang sepanjang pertandingan tetapi jarang menguji Zion Suzuki selain gol peny equalizer dari Scott McTominay.

Berbicara dengan DAZN Italia saat menonton gol ketika Alessandro Buongiorno dan Juan Jesus sama-sama berebut bola panjang yang sama, Conte mengatakan bahwa situasi seperti ini telah dipraktikkan berulang kali dalam latihan, tetapi situasi pertandingan bisa sedikit lebih emosional, dan pilihan yang salah pun dibuat.

“Kami sudah mengusahakannya. Sayang sekali, karena kami tahu Parma akan bertahan sangat dalam di sepertiga akhir lapangan, kami juga melihat mereka menempatkan Delprato sebagai bek sayap, padahal biasanya dia adalah seorang bek, jadi formasinya lebih seperti lima bek di belakang.”

Napoli mendominasi penguasaan bola dengan 74,5 persen dan melakukan 37 umpan silang, tetapi jarang menguji kemampuan kiper Suzuki.

Berbicara tentang gol cepat yang kebobolan, Conte mengatakan bahwa perbedaan antara tim yang menang dan tim yang kalah sangat tipis, dan menambahkan bahwa mereka seharusnya lebih fokus, bukannya kebobolan gol cepat.

Setidaknya Napoli perlu mengamankan tempat di Liga Champions untuk musim depan jika mereka akhirnya gagal meraih Scudetto. Sang juara bertahan kini tertinggal enam poin dari Inter.

Banyak hal bergantung pada apa yang terjadi di Stadio Sinigaglia, karena harapan mereka bisa tetap hidup jika Inter kembali kehilangan anak asuh Cesc Fabregas.

Related Post
Bagikan
Diterbitkan oleh
Id._.DaFaNeWs

Tulisan Terbaru

Argentina dan Brasil akan bertanding dalam pertandingan pemanasan Piala Dunia

Juara bertahan dunia Argentina melanjutkan persiapan mereka untuk Piala Dunia FIFA 2026 dengan kemenangan nyaman… Baca Selengkapnya

June 8, 2026

Deschamps memberikan kabar terbaru tentang kondisi kebugaran Saliba

Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, telah memberikan jaminan mengenai kebugaran bek tengah Williams Saliba menjelang… Baca Selengkapnya

June 8, 2026

Havertz yakin akan tampil bagus menjelang laga pembuka Piala Dunia

Jerman mengakhiri persiapan Piala Dunia 2026 mereka dengan catatan positif, mengamankan kemenangan 2-1 melawan Amerika… Baca Selengkapnya

June 8, 2026

Atletico Madrid mengincar gelandang Manchester City

Atletico Madrid dilaporkan sedang mempersiapkan langkah transfer musim panas untuk gelandang Manchester City, Tijjani Reijnders,… Baca Selengkapnya

June 5, 2026

Bintang Manchester City Terjebak dalam Permainan Politik Real Madrid

Calon presiden Real Madrid, Enrique Riquelme, menegaskan kembali rencana ambisiusnya untuk mendatangkan bintang Manchester City,… Baca Selengkapnya

June 5, 2026

De Bruyne siap bangkit di bawah asuhan Garcia yang menyerang di Belgia

Kevin De Bruyne secara terbuka mengkritik gaya manajemen Antonio Conte saat ia kembali bergabung dengan… Baca Selengkapnya

June 5, 2026