Belgia terpaksa puas dengan satu poin di pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 mereka, tetapi pelatih Rudi Garcia memuji ketahanan para pemainnya dan kedalaman skuad setelah hasil imbang yang diraih dengan susah payah melawan Mesir.
Timnas Mesir berbagi poin di Grup G meskipun tertinggal lebih dulu. Mesir unggul terlebih dahulu pada menit ke-20 melalui tendangan luar biasa dari Emam Ashour di Seattle.
Namun, tim asuhan Garcia merespons dengan positif dan menyamakan kedudukan di pertengahan babak kedua ketika Mohamed Hany mencetak gol bunuh diri di bawah tekanan dari pemain pengganti Romelu Lukaku.
Gol penyama kedudukan tersebut menyoroti dampak dari pemain pengganti, karena Lukaku baru saja masuk lapangan. Belgia kini telah menjalani tiga pertandingan Piala Dunia tanpa kemenangan (dua hasil imbang dan satu kekalahan), menyamai jumlah pertandingan tanpa kemenangan yang mereka alami dalam 15 pertandingan Piala Dunia sebelumnya secara gabungan, di mana mereka mencatat 12 kemenangan.
Meskipun memulai turnamen dengan lambat, Garcia menyatakan kepuasannya terhadap karakter timnya.
Dia mengatakan pertandingan pembuka Piala Dunia selalu sulit, terutama melawan salah satu tim terkuat Afrika seperti Mesir.
Pelatih menambahkan bahwa faktor terpenting adalah para pemainnya tetap bertahan dalam pertandingan.
Ia mencatat bahwa mereka berhasil menyamakan kedudukan berkat pemain yang masuk dari bangku cadangan, yang menggarisbawahi pentingnya peran seluruh skuad.
Hasil ini membuat Belgia harus bekerja keras di grup. Garcia harus mencari cara agar timnya bisa bermain dan meraih hasil. Namun kabar baiknya adalah, Belgia masih memiliki peluang bagus untuk lolos ke babak selanjutnya.
Mereka akan berupaya meraih kemenangan pertama mereka di kompetisi ini ketika menghadapi Iran pada hari Minggu, 21 Juli.
